Jumat, 17 Maret 2017

Hati dan akal, mana yang akan kau ikuti?

Ada saat dimana kita bimbang memilih, mengikuti hati atau mengikuti akal?

Jika kau mengikuti hati....
Maka kau akan merugi, karna lebih memikirkan nasib orang lain dari pada nasib diri sendiri. Karna terlalu tidak tega menolak seseorang, bahkan terkadang kita tidak dapat menolak seseorang yang mencelakai kita.

Jika kau mengikuti akal...
Semua orang akan mulai menggunjing mu, akan ada begitu banyak kata-kata yang menyayat hati mu keluar dari mulut mereka, dan masuk ke hati mu. Mereka akan berkata,  "alah, pelit banget sih/iiihh jijik deh/ segitunya ya???/macam penting kali, ih!" dan lain-lain.

Lalu... Yang mana yang akan kau ikuti?
Hati?  Atau akal?

Ikuti hati mu ketika saat kau memang harus mengikuti hatimu.
Dan sebaliknya
Ikuti akal mu ketika saat kau memang harus mengikuti akalmu.
Pergunakan hati dan akal secara seimbang

Hati...
Ikuti hatimu saat pilihan mu tidak merugikan mu atau membuat mu celakan. Jika kau bisa melakukan sesuatu untuk seseorang,  maka lakukanlah, jangan pura-pura tidak bisa, tidak tahu atau tidak mau tahu. Berbuat baiklah selagi masih bisa berbuat baik.

Akal...
Ikuti akal mu ketika pilihan itu merugikan dan membuat mu celaka, jangan terlalu terbawa perasaan. Apa kau ingin mati karna terlalu baper? Apa kau ingin celaka karna ingin membantu seseorang yang ingin mencelakakan mu? Jika iya, maka tujuan dia tercapai.

Gunakan akal mu, dan lihat siapa yang kau bantu, bisa saja orang yang kau bantu ingin kau terjatuh, kau membantunya berdiri namun setelah dia berdiri, dia mendorong mu dan membuat dirimulah yang terjatuh, inginkah kau seperti itu? Tidak bukan... Maka gunakanlah akal mu

Gunakan akal dan hati mu di saat-saat yang tepat, jangan gunakan di saat-saat yang salah, berfikirlah secara matang, jangan mengambil keputusan secara gegabah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar