"ibu... Ayah... Lihat lah aku...
Aku... Putri kecil mu, telah sukses ibu... Ayah...
Ibu, ayah trimakasih telah menunggu ku...
Aku akan membahagiakan kalian..
Ibu... Ayah... "
Bayangkanlah, betapa bahagianya kau ketika mengatakan kalimat tadi
Bayangkanlah, betapa bahagianya kedua orang tua mu mendengar kalimat tadi
Tidak kah kau ingin sukses?
Wahai wanita.. Bukan karna kau seorang wanita kau tidak dapat belajar tinggi-tinggi, bukan berarti kau tidak dapat mencari ilmu sampai ke negri cina, bukan berarti kau tidak dapat sukses, bukan berarti kau hanya harus memasak, mencuci, ataupun membersihkan.
Wahai wanita... Memang sudah takdir mu berada di rumah. Namun, Bayangkanlah, jika kau tidak mempunyai ilmu (tidak cerdas), suatu saat ketika kau sudah punya anak, anak mu bertanya kepada mu, "ibu.. Ibu... Apa ibu tau maksud dari kalimat ini? Apa ibu tau arti kata ini? Apa ibu tau bagaimana mengerjakan soal ini? Ibu.. Ibu... ", namun kau tidak tau jawabannya, tidak tau apa yang harus di katakan kepada anak mu, coba bayangkan betapa malunya dirimu nanti di depan anakmu, apa yang akan di pikirkan anak mu.
Bayangkanlah, ketika anak mu sedang bercerita dengan teman-temannya tentang kepintaran ibunya masing-masing, mereka semua berkata "ibuku pintar bhs inggris/ibuku pintar matematika/ibuku pintar bahasa arab/ibuku suaranya cantik saat menyanyi", dan anak mupun berfikir 'ibuku pintar apa?'. Bayangkan betapa tertekannya anak mu nanti...
Renungkan lah
Wahai wanita...
Bayangkanlah, jika kau dapat menjawab semua pertanyaan anak mu, betapa bangganya anak mu, anak mu akan berfikir "wah ibu ku sangat pintar", dan dia akan bercerita dengan teman-temannya "kalian tahu??? Ibu ku sangat pintar, dia dapat membantu ku saat belajar, dia dapat memasak makanan yang enak, aku sangat bangga kepadanya, aku sangat sayang kepadanya". Bayangkanlah betapa bangganya dirimu saat anakmu mengatakan hal-hal tadi. Tidak inginkah kau anak mu bangga kepadamu???
Wahai wanita...
Kau adalah putri kecil ayah dan ibu mu, sampai kapan pun, kau tetap putri kecil mereka. Tidakah kau ingin membalas budi mereka? Walau semua pengorbanan mereka tidak ternilai, tapi berusahalah membahagiakan mereka. Balaslah budi mereka dengar belajar dan bekerja keras, jangan buat keringat dan pengorbanan ayah mu menjadi sia-sia. Jangan buat doa-doa dan harapan ibu mu menjadi tak terwujud. Jadilah wanita yang cerdas, yang berakhlak mulia, yang lemah lembut, yang tangguh, dan jangan jadi wanita yang rendahan...
Wahai wanita...
Jangan buang-buang waktu mu, masa muda mu, jangan hanya duduk-duduk santai dan berfotolah yang kau bisa. Jangan sia-siakan semuanya, atau kau akan menyesal. Pikirkanlah masa depan mu, pikirkanlah apa yang akan terjadi jika kau tidak cerdas, jika kau tidak sukses, jika kau tidak menjadi wanita terhormat. Bayangkan betapa kecewanya orang tua mu jika perjuangan mereka selama ini sia-sia. Namun tetaplah ingat, seburuk apapun kau, kau tetap putri kecil kesayangan mereka.
Wahai wanita... Putri kecil ayah ibumu...
Jadilah sukses...
Demi ayah dan ibu mu
Demi anak mu nanti
Demi masa depan mu
Demi kehormatan mu
Demi orang-orang yang kau sayangi
Jadilah wanita yang cerdas....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar